Disease Surveillance
Temukan informasi terbaru mengenai Disease Surveillance bulan ini!
Laporan monitoring penyakit ini kami persembahkan untuk para stakeholder di industri perunggasan tanah air.
Dapatkan analisa tim Veterinary Service kami berdasarkan update penyakit di lapangan setiap bulannya!
Desember 2025
RINGKASAN ANALISA
Berdasarkan data BMKG, kelembapan relatif (RH) rata-rata pada bulan Desember berkisar sekitar 80 – 85%, dengan suhu permukaan berkisar antara 26-28°C.
Analisis curah hujan bervariasi dengan kriteria rendah (16,3%), sedang (69,5%), dan tinggi (14,2%). Hampir 81% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Pada bulan Desember 2025 terjadi curah hujan sedang hingga sangat tinggi di banyak wilayah Indonesia, dengan beberapa episode melebihi kondisi klimatologi normal. Detail laporan cuaca ini dapat diakses di BMKG.

Kondisi ini membuat tantangan berat di tengah perubahan musim yang ekstrem. Kegagalan manajemen pemeliharaan dalam mengantisipasi perubahan cuaca dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit.
Total 64 kasus dari 19 penyakit atau kondisi berbeda, dengan broiler menyumbang 18 kasus dan layer 46 kasus.
Tujuh penyakit yang paling banyak dilaporkan pada Desember 2025 adalah:
- CRD – 14 laporan (22%)
- IB – 8 laporan (12%)
- aMPV – 5 laporan (8%)
- Coryza – 5 laporan (7%)
- AI H5 – 5 laporan (7%)
- CCRD – 4 laporan (7%), dan
- Cocci – 4 laporan (6%)
Penyakit lainnya termasuk NE (4 Laporan, 5%), ND (3 laporan, 3%), Mismanagement (2 laporan, 2%).
Laporan lainnya yang tersisa, mencakup Mycotoxin, IBD, ILT, AI H9, Feed Quality, EDS, Aspergillosis, DOC Quality dan PVR dengan 1 Laporan (1%)

Penyakit tertinggi yang dilaporkan pada Desember 2025 adalah Chronic Respiratory Disease (CRD).
Laporan penutup tahun 2025 memperlihatkan betapa penyakit pernafasan mendominasi sepanjang tahun, dimana enam dari delapan penyakit yang paling banyak dilaporkan di Desember 2025 adalah penyakit pernafasan. Mulai dari penyakit bakterial (CRD, Coryza dan CCRD), viral (IB, aMPV, AI H5), dan dua sisanya adalah Coccidiosis dan Necrotic Enteritis.
Dominasi gangguan pernafasan ini memperlihatkan betapa pentingnya pemahaman yang baik tentang penyakit-penyakit pernafasan agar program proteksi terbaiknya dapat dibangun. Salah satu faktor terbesar kegagalan program pencegahan penyakit adalah ketidak berhasilan program cleaning & disinfecting (C&D), istirahat kandang, biosekuriti dan kebersihan kandang memutus rantai infeksi dari satu periode ke periode berikutnya. Faktor cuaca yang basah terus menerus mempersulit pelaksanaan program C&D serta istirahat kandang sehingga kandang tidak benar-benar steril ketika anak ayam baru masuk. Hal ini jelas tergambar dari kasus terbanyak yang dilaporkan pada Desember lalu adalah Chronic Respiratory Disease, penyakit pernafasan bagian atas yang muncul dini di pekan-pekan awal lalu berlanjut menjadi penyakit pernafasan lain yang lebih berat seperti IB, aMPV, CRD kompleks, Coryza bahkan AI H5 atau ND.
Faktor C&D, biosekuriti dan kebersihan kandang menjadi penentu besar keberhasilan program vaksinasi penyakit pernafasan apapun yang dibangun oleh peternak. Tanpa dukungan program C&D, biosekuriti dan kebersihan kandang yang baik dan mampu mengurangi jumlah tantangan lapangan, maka program vaksinasi tetap akan jebol dan kasus-kasus penyakit pernafasan terus menjadi momok.
Pemahaman inilah yang penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat peternakan unggas Indonesia jika ingin berhasil menangani penyakit pernafasan.
Salah satu diantara penyakit yang paling menyita perhatian adalah AI H5. Kasusnya ada 5 sepanjang Desember, walau tidak menggambarkan besarnya kerugian akibat penyakit ini, tetapi masuknya AI H5 sebagai salah satu penyakit paling banyak dilaporkan di Desember menggambarkan betapa pentingnya kewaspadaan kita untuk terus mempertahankan program C&D, biosekuriti dan kebersihan kandang tetap berada pada level terbaiknya sepanjang waktu agar tidak kemasukan AI H5. Karena laporan yang kita terima menggambarkan bahwa AI H5 dapat menyerang pada setiap umur meskipun program vaksinasi telah dilakukan berkali-kali. Proteksi AI H5 yang didasarkan pada vaksinasi dengan AI killed saja tidak mampu mencegah terjadinya infeksi. Proteksi terbaik untuk AI H5 diperoleh dengan kombinasi vaksin rekombinan AI H5 Live dan Killed yang sampai saat ini masih belum bisa masuk ke pasar Indonesia.
Demikian tahun 2025 ditutup dan selamat datang tahun 2026. Semoga kita semakin tercerahkan dengan pengalaman-pengalaman lalu dan siap menghadapi pengalaman-pengalaman baru. Salam dari Ceva Indonesia.
Data laporan penyakit pada bulan Desember 2025 tersebut didapatkan dari 4 wilayah yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

PENYAKIT AYAM PEDAGING/BROILER
Untuk data penyakit ayam pedaging/broiler bulan ini berkontribusi 18 kasus penyakit.

PENYAKIT AYAM PETELUR/LAYER
Sedangkan untuk data penyakit ayam petelur/layer bulan ini berkontribusi 46 kasus penyakit.

PREDIKSI PENYAKIT JANUARI 2026
Berdasarkan data surveillance selama 8 tahun, kami dapat memprediksi dominan penyakit yang akan muncul pada bulan-bulan tertentu. Untuk prediksi penyakit pada bulan Januari 2026, berdasarkan persentase kejadian penyakit pada bulan yang sama selama 8 tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:

Berbagai ancaman masih akan dihadapi oleh pelaku usaha perunggasan di Indonesia pada bulan Januari 2026. Terutama jika cuaca hujan ekstrem terus berlanjut. Tiga penyakit dengan probabilitas tertinggi adalah: CCRD dengan 11%, IBD dengan 10%, dan ND dengan (10%).
Tiga penyakit yang paling diprediksi pada ayam pedaging/ broiler adalah: ND (15%), CCRD (9%), IBD (9%).

Sedangkan prediksi ayam petelur/ layer adalah probabilitas ND dan CCRD (14%), IBD (10%), dan IBH (9%)

Prediksi ini dimaksudkan untuk membantu komunitas unggas meningkatkan program pencegahannya, bukan sebagai jaminan keakuratan.
Informasi lebih lanjut mengenai Disease Surveillance bisa di unduh pada kolom di bawah atau hubungi tim PT Ceva Animal Health Indonesia di lapangan.