Disease Surveillance
Temukan informasi terbaru mengenai Disease Surveillance bulan ini!
Laporan monitoring penyakit ini kami persembahkan untuk para stakeholder di industri perunggasan tanah air.
Dapatkan analisa tim Veterinary Service kami berdasarkan update penyakit di lapangan setiap bulannya!
Januari 2026
RINGKASAN ANALISA
Berdasarkan data BMKG, kelembapan relatif (RH) rata-rata pada bulan Januari berkisar sekitar 80 – 85%, dengan suhu permukaan berkisar antara 25-28°C.
Analisis curah hujan bervariasi dengan kriteria rendah (59%), sedang (36%), dan tinggi (5%). Hampir 81% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Curah hujan pada bulan Januari 2026 secara umum tergolong sedang hingga tinggi di sebagian besar wilayah, dengan curah hujan lebat terutama di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali–Nusa Tenggara, dan Papua, akibat puncak musim hujan dan monsun tropis yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. Detail laporan cuaca ini dapat diakses di BMKG.

Kondisi ini membuat tantangan berat di tengah perubahan musim yang ekstrem. Kegagalan manajemen pemeliharaan dalam mengantisipasi perubahan cuaca dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit.
Total 59 kasus dari 19 penyakit atau kondisi berbeda, dengan broiler menyumbang 26 kasus dan layer 33 kasus.
Lima penyakit yang paling banyak dilaporkan pada Januari 2026 adalah:
- CRD – 10 laporan (16%)
- CCRD – 5 laporan (8%)
- Cocci – 5 laporan (8%)
- AI H5 – 4 laporan (6%)
- IBH – 4 laporan (6%)
Penyakit lainnya termasuk Coryza, ILT (4 Laporan, 5%), aMPV, NE, IB and IBD (3 laporan, 3%), Helminthiasis, Slow Growth, Mismanagement (2 laporan, 2%).
Laporan lainnya yang tersisa, mencakup AI H9, Mycoplasma synoviae, Aspergillosis, Fowl pox dan Dysbacteriosis dengan 1 Laporan (1%)

Penyakit tertinggi yang dilaporkan pada Januari 2026 adalah Chronic Respiratory Disease (CRD).
Tahun 2026 diawali dengan serangkaian kasus-kasus pernafasan yang kerap menjadi momok bagi kesehatan ternak ayam di Indonesia. Bila laporan ND dan IB telah berkurang dan cenderung bisa ditangani dengan program vaksinasi yang tepat, maka kasus-kasus pernafasan terkait masalah sirkulasi dan supply oksigen ke dalam kandang masih butuh pemahaman dan penanganan yang lebih baik.
Kasus terbanyak di awal tahun masih ditempati oleh CRD, diikuti oleh CRD kompleks, yang mana hal ini berarti bahwa, di dalam kandang, identifikasi penyebab gangguan sirkulasi udara sering kali terlambat dan berakhir menjadi ko-infeksi – komplikatif dengan bakteri atau virus lainnya.
Salah satu penyakit yang menyita perhatian di awal tahun adalah Coccidiosis. Penyakit parasit ”buatan manusia” ini menjadi salah satu momok penyebab buruknya performa broiler dan layer. Kerugian ekonomi akibat infeksi Coccidiosis membentang dari performa yang buruk akibat gangguan klinis dan subklinis, kematian yang meningkat sampai pada penggunaan obat antikoksidial yang berulang dengan kepastian akan resistensi pada satu titik. Cocci tidak main-main. Penanganan Coccidiosis masih disandarkan pada penggunaan antikoksidial rutin berkala di pakan, dikombinasi dengan antikoksidial lewat air minum. Program pencegahan dengan cara ini terbukti berujung pada resistensi tidak terelakkan. Pencegahan Cocci terbaik adalah dengan vaksinasi berbasis hatchery menggunakan vaksin dan metode vaksinasi yang tepat. Saat ini vaksinasi Cocci tersedia untuk broiler, layer dan breeder.
Penyakit berikutnya dalam sorotan adalah AI H5. Infeksi virus ganas yang tidak memandang breeds ayam. Broiler dan layer dilaporkan terserang dengan berbagai tingkat kefatalan. Serangan pada broiler cenderung terjadi di pekan ketiga dan keempat. Sedangkan pada layer dapat terjadi di berbagai umur tanpa memandang berapa kali vaksinasi dilakukan. Tingginya tantangan lapangan bisa saja menembus tembok pertahanan yang telah dibangun terutama bila faktor-faktor biosekuriti dan higienis kandang tidak diindahkan. Solusi pencegahan kasus AI H5 adalah penggunaan vaksinasi live dengan teknologi rekombinan di umur awal yang dikombinasi dengan pemberian vaksin killed untuk ayam berumur panjang.
Mengedepankan perbaikan pada program biosekuriti – higieni dalam kandang, dengan manajemen pemeliharaan yang berbasis pemberian suplai oksigen sesuai kebutuhan ayam, didukung dengan sapronak berkualitas tinggi akan membantu peternak dalam mencapai target-target produksinya. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik dalam manajemen pemeliharaan akan memberikan hasil terbaik. Salam perubahan.
Data laporan penyakit pada bulan Desember 2025 tersebut didapatkan dari 4 wilayah yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

PENYAKIT AYAM PEDAGING/BROILER
Untuk data penyakit ayam pedaging/broiler bulan ini berkontribusi 26 kasus penyakit.

PENYAKIT AYAM PETELUR/LAYER
Sedangkan untuk data penyakit ayam petelur/layer bulan ini berkontribusi 33 kasus penyakit.

PREDIKSI PENYAKIT JANUARI 2026
Berdasarkan data surveillance selama 8 tahun, kami dapat memprediksi dominan penyakit yang akan muncul pada bulan-bulan tertentu. Untuk prediksi penyakit pada bulan Februari 2026, berdasarkan persentase kejadian penyakit pada bulan yang sama selama 8 tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:

Berbagai ancaman masih akan dihadapi oleh pelaku usaha perunggasan di Indonesia pada bulan Februari 2026. Terutama jika cuaca hujan ekstrem terus berlanjut. Tiga penyakit dengan probabilitas tertinggi adalah: ND dengan 15%, CCRD dengan 12%, dan IB dengan 11%.
Tiga penyakit yang paling diprediksi pada ayam pedaging/ broiler adalah: ND (17%), ND (15%), IB (12%).

Sedangkan prediksi ayam petelur/ layer adalah probabilitas ND (15%), IB (11%), dan Coryza (10%)

Prediksi ini dimaksudkan untuk membantu komunitas unggas meningkatkan program pencegahannya, bukan sebagai jaminan keakuratan.
Informasi lebih lanjut mengenai Disease Surveillance bisa di unduh pada kolom di bawah atau hubungi tim PT Ceva Animal Health Indonesia di lapangan.