Disease Surveillance

Temukan informasi terbaru mengenai Disease Surveillance bulan ini!

Laporan monitoring penyakit ini kami persembahkan untuk para stakeholder di industri perunggasan tanah air.

Dapatkan analisa tim Veterinary Service kami berdasarkan update penyakit di lapangan setiap bulannya!

Agustus 2026

RINGKASAN ANALISA

Berdasarkan data BMKG, kelembapan relatif (RH) rata-rata pada bulan Agustus berkisar sekitar 81%, dengan suhu permukaan berkisar antara 27,2°C. BMKG juga mencatat nilai ini kira-kira 0,9°C lebih hangat dibandingkan suhu normal klimatologi di bulan Agustus.

Analisis curah hujan bervariasi dengan kriteria rendah (92,8%), sedang (6,9%), dan tinggi (0,1%).  Sekitar 81% wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau. Detail laporan cuaca ini dapat diakses di BMKG.

Kondisi ini membuat tantangan berat di tengah perubahan musim yang ekstrem. Kegagalan manajemen pemeliharaan dalam mengantisipasi perubahan cuaca dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit.

Total 77 kasus dari 22 penyakit atau kondisi berbeda, dengan broiler menyumbang 39 kasus dan layer 38 kasus.

 

 

 

 

Lima penyakit yang paling banyak dilaporkan pada Agustus 2026 adalah:

  • Respiratory Co-Infection– 14 laporan (18%)
  • Infectious Bronchitis – 9 laporan (12%)
  • aMPV – 7 laporan (10%)
  • Newcastle Disease – 5 laporan (9%)

Penyakit lainnya termasuk  Coryza, Cocci, Neonatal Coli, Heatstress (4 Laporan, 5%), dan AI H5, IBH, CAV, ILT, Colibacillosis (2 Laporan, 3%).

Laporan lainnya yang tersisa, mencakup, AI H9, Mareks, Dysbacteriosis, Helminthiasis, RSS, Dehydration, Prolapsus (1 Laporan, 1%).

 

 

Penyakit tertinggi yang dilaporkan pada Agustus 2026 adalah Respiratory Co-Infection.

Dalam perspektif kesehatan unggas, Agustus 2026 memberikan sinyal yang kuat. Terdapat 77 laporan penyakit dari 22 infeksi atau kondisi, dengan 38 laporan berasal dari broiler dan 39 dari layer. Yang paling menonjol, 60% laporan penyakit berkaitan dengan gangguan pernapasan, sementara 40% lainnya merupakan kombinasi penyakit imunosupresi, pencernaan, metabolik, dan kondisi lainnya. Enam dari setiap sepuluh laporan berada di wilayah pernapasan—sebuah indikasi bahwa tantangan kesehatan unggas tidak lagi cukup dihadapi dengan pendekatan one disease, one solution, tetapi membutuhkan strategi proteksi yang lebih menyeluruh.

 

Penyakit pernapasan hampir tidak pernah benar-benar berjalan sendirian. Satu infeksi dapat melemahkan pertahanan saluran pernapasan dan membuka jalan bagi agen lain, menciptakan rangkaian ko-infeksi yang dampaknya jauh lebih besar daripada infeksi tunggal. Salah satu penyakit dasar yang perlu mendapat perhatian adalah Infectious Bronchitis (IB), yang pada Agustus menempati posisi kedua dalam jumlah laporan penyakit unggas. Di lapangan, pemahaman terhadap IB masih berada pada dua kutub: dianggap tidak ada sehingga diabaikan, atau ditakuti secara berlebihan hingga mendorong over-vaksinasi. Padahal, IB dapat menyerang sangat dini dan, ketika proteksi terhadap tantangan IB tidak optimal, dapat berasosiasi dengan berbagai agen bakteri maupun virus seperti E. coli, MG, Coryza, ND, AI, dan ILT.

 

Karena itu, diagnosis harus menjadi titik awal strategi kesehatan, bukan sekadar tahap konfirmasi. Kesalahan diagnosis dapat melahirkan intervensi yang salah dan menciptakan siklus penyakit yang berulang. IB bahkan dapat tertutupi oleh gambaran klinis penyakit lain seperti Gumboro atau ND ketika diagnosis tidak dilakukan secara memadai. Tanpa pemahaman terhadap agen penyebab, pola umur, kualitas vaksinasi, faktor manajemen, serta potensi ko-infeksi, program kesehatan akan mudah terjebak pada proteksi parsial—mengejar penyakit yang terlihat, tetapi membiarkan penyakit yang membuka pintu tetap bekerja.

 

Pada akhirnya, tantangan kesehatan unggas bukan hanya mengenali penyakit, tetapi membaca hubungan antarpenyakit sebelum hubungan itu berubah menjadi kerugian ekonomi. Diagnosis yang tepat harus menjadi dasar bagi intervensi yang tepat, dan intervensi harus dibangun berdasarkan peta risiko yang utuh. Sebab dalam kompleks penyakit pernapasan, satu celah kecil dapat menjadi gerbang bagi banyak agen. Proteksi yang parsial hanya akan menghasilkan pertahanan yang parsial; sementara pemahaman yang komprehensif memberi kita kesempatan untuk memutus rantai ko-infeksi sebelum penyakit berikutnya mengetuk pintu.

Untuk penanganan terbaik kasus-kasus di ternak ayam anda, hubungi representasi Ceva terdekat dengan lokasi kandang anda.

Data laporan penyakit pada bulan Juli 2026 tersebut didapatkan dari 4 wilayah yaitu Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

PENYAKIT AYAM PEDAGING/BROILER

Untuk data penyakit ayam pedaging/broiler bulan ini berkontribusi 39 kasus penyakit. 

 

 

PENYAKIT AYAM PETELUR/LAYER

Sedangkan untuk data penyakit ayam petelur/layer bulan ini berkontribusi 38 kasus penyakit.

 

PREDIKSI PENYAKIT SEPTEMBER 2026

Berdasarkan data surveillance selama 8 tahun, kami dapat memprediksi dominan penyakit yang akan muncul pada bulan-bulan tertentu. Untuk prediksi penyakit pada bulan September 2026, berdasarkan persentase kejadian penyakit pada bulan yang sama selama 8 tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:

 

Berbagai ancaman masih akan dihadapi oleh pelaku usaha perunggasan di Indonesia pada bulan September 2026. Tiga penyakit dengan probabilitas tertinggi adalah: ND dengan 15%, Respiratory Co-Infection dengan 15%, dan IB  dengan 10%.

Tiga penyakit yang paling diprediksi pada ayam pedaging/ broiler adalah: Respiratory Co-infection (20%), ND (17%), IB (11%).

 

Sedangkan prediksi ayam petelur/ layer adalah probabilitas CRD (13%), ND (11%), dan Coryza (10%).

 

 

Prediksi ini dimaksudkan untuk membantu komunitas unggas meningkatkan program pencegahannya, bukan sebagai jaminan keakuratan.

Informasi lebih lanjut mengenai Disease Surveillance bisa di unduh pada kolom di bawah atau hubungi tim PT Ceva Animal Health Indonesia di lapangan.

DISEASE SURVEILLANCE adalah newsletter rutin yang dikeluarkan oleh Departement of Veterinary Service Ceva Animal Health Indonesia. Disusun oleh drh. Ismail Kurnia Rambe – Veterinary Service Coordinator berdasarkan laporan dari seluruh dokter hewan Ceva Indonesia yang tersebar dilapangan. Seluruh grafik yang dituangkan merupakan data milik Ceva, mohon untuk mencantumkan sumber jika ingin menggunakannya.

Unduh Laporan Penyakit

Agustus 2025